Sabtu, 25 Februari 2017

Aturan Berwisata Ke Bali

Aturan Berwisata Ke Bali


Bali yang dihuni oleh hampir 90% agama hindu, tentu mempunyai adat isti adat yang dipengaruhi oleh ajaran agama yang dianut masyarakatnya, banyak aturan-aturan atau awig-awig yang berisi larangan-larangan, kewajiban dan hak, baik yang tertulis maupun tidak, semuanya dipahami betul dan ditaati oleh masyarakat Bali dan setiap aturanpun ada sanksinya. Oleh karena itu masyarakat yang ada di lingkungan ini wajib mentaatinya. Begitu juga bagi wisatawan ada beberapa hal yang perlu dan wajib ditaati. Bagi wisatawan yang sedang berlibur di pulau dewata, hal-hal tersebut sepertinya perlu diketahui untuk kenyamanan berwisata, beberapa hal larangan-larangan tersebut dan hal lain yang perlu diperhatikan saat perjalanan wisata tour antara lain;

Pada saat perayaan hari raya Nyepi setiap orang dilarang untuk menghidupkan lampu, keluar rumah atau bepergian, pengecualian untuk hal-hal yang bersifat darurat

Khusus perempuan yang sedang mengalami menstruasi dilarang masuk areal pura

Saat berenang di pantai perhatikan bendera larangan, karena arus bisa saja sangat deras dan berbahaya, berenanglah diantara bendera kuning dan merah

Pakailah pakain yang sopan dan gunakan sarung dan selendang pada saat masuk areal pura
Jangan berjalan di depan orang saat bersembahyang

Jangan memotret menggunakan flash/ blitz saat di depan orang yang sedang bersembahyang dan pendeta yang sedang memimpin persembahyangang

Di depan toko/ artshop sering ditemukan canang, kalau sedang berjalan, hindari agar tidak menginjaknya, kalau tanpa sengaja cukup berkata ‘maaf’.

Jika saat perjalanan tour bertemu arak-arakan / prosesi upacara, jangan membunyikan klakson berlebihan

Jika dalam pertengahan jalan, kebelet kencing, jika harus melakukanya bilang ‘permisi’dan hindari pohon yang diikat dengan kain atau tempat sesajennya, karena masyarakat Bali percaya adanya dunia lain dan tetap menjaga keharmonisan tersebut.

Untuk sekedar keamanan jangan menaruh barang-barang penting di mobil ataupun di bawah sadel motor.



Load disqus comments

0 komentar